| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
| Kelahiran |
| 0 Orang |
| Kematian |
| 0 Orang |
| Masuk |
| 0 Orang |
| Pindah |
| 0 Orang |
01 Mei 2023 15:38:09 329 Kali
ASAL USUL DESA BLURI
( VERSI PERTAMA )
KEJADIAN PERKIRAAN TAHUN 1885 - 1990 M
DITERJEMAHKAN/DIPERBAHARUI TAHUN 2023
Ada dua satrio mengembara (B.jawa/lelono) dari luar, konon orang tersebut dari daerah Bluro, mereka berjalan kaki menelusuri hutan desa-desa sampai pada perbukitan, pada suatu hari mereka ingin melakukan meditasi (B.Jowo/ Topobroto) untuk mencari jati diri, mereka mencari tempat yang cocok untuk bertapa, kemudian mereka menemukan tempat diatas bukit yaitu ada batu besar dibawah pohon randu alas besar, mereka mulai melakukan Topobroto/meditasi dengan posisi berhadap-hadapan.
Mereka melakukan berbulan bulan sampai beberapa tahun, bahkan tempat yang mereka duduki ada cap kaki bersila, sehingga tempat tersebut dinamakan Tempat Pertapaan (B.Jawa/petapan), Sedangkan bukit dinamakan Gunung, orang menyebut “Gunung Petapan” dan ada yang menyebut “Gunung Setro”, dari kata “dua orang satrio”.
Diantara mereka berdua yang malakukan Topobroto ada satu yang tidak mampu melanjutkan karena besarnya godaan mahluk ghoib gendruwo jin priprayangan Banaspati bahkan Harimau jadi- jadian semua pada datang, maka ia jatuh sakit dan tidak sadarkan diri kemudian meninggal dunia dan dimakamkan tidak jauh dari pertapaan beliau bernama Sugeng.
Cerita kematian Sugeng ini adalah karena waktu bertapa ia tidak mampu, maka ia jatuh kebawah (B.jawa/nggelundung) sampai dibongkahan pohon jati (B.Jawa/sampek njeduk nok bongkahan kayu jati) yang sudah lapuk. Satrio yang satu ini meninggal ditempat, dan jasadnya tidak ada yang melihat jadi tidak ada yang mengurus, oleh sebab itu maka Ruhnya mendatangi temannya yang masih duduk bersila. Dibangunkan dan diantar ke jasadnya, baru mengerti bahwa temannya sudah meninggal, akhirnya jasadnya dikubur ditempat itu.
Dari cerita tersebut orang menyebut “Kuburan Mbudug” (dari peristiwa nggelundung sampek njedug nok bongkahan uwit jati) ada orang yang menyebut “Kuburan mbah mbudug/mbah Sugeng”. Temannya (Satrio yang masih hidup) menyebut Kuburan “Mbah sugeng” sebab (Ruh yang datang kepadanya adalah Sugeng artinya Hidup)
Satrio yang masih hidup sudah mengakhiri pertapaannya kemudian ia melanjutkan perjalanan pulang kedaerahnya yaitu Bluro. dikarenakan ada satrio yang ketinggalan sebab meninggal dan dikubur ditempat itu, maka Dua Satrio dari Bluro tinggal satu (B.jawa/kari siji nok mburi). Oleh karena itu pada suatu saat nanti ada perkembangan zaman (rejaning zaman) tempat tersebut dinamakan “Deso Mbluri”, yang sekarang disebut “Desa Bluri”.
Sekian
(Wallahu a'lam bis shawaab)
Peristiwa telepak adalah peristiwa terjadinya peperangan antara Pangeran Dampuawang melawan para pasukan genderuwo jin pripayangan dan banaspati dan lain sebagainya.
Menghadapi pasukan yang begitu besar, maka Pangeran Dampuawang berfikir seribu kali bagaimana caranya untuk bisa mengalahkannya, pada akhirnya Pangeran Dampuawang minta bantuan orang lain yaitu Mbah Tolo.
Pangeran Dampuawang mendatangi tempat Mbah Tolo, untuk minta bantuan, Mbah Tolo siap membantu dari jarak jauh akan tetapi Pangeran Dampuawang diberi tombak sakti guna untuk menumpas para pasukan genderuwo jin pripayangan, banaspati dsb.
Pangeran Dampuawang menerima tombak sakti yang diberi Mbah Tolo, kemudian Pangeran Dampuawang siap mendatangi tempat yang sangat angker yang penuh penunggunya yaitu makhluk astral/ghaib itu, (B.Jawa istilahnya Jalmo moro jalmo mati, artinya siapa yang datang pasti meninggal). Ketika Pangeran Dampuawang datang ke tempat tersebut, semua para pasukan genderuwo jin pripayangan dsb tidak mau menampakkan diri, tapi Pangeran Dampuawang juga melihat kalau para pasukan jin-jin tersebut melihat (B.Jawa memelototi) pasukan Pangeran Dampuawang, tapi pasukan jin tidak bergerak, Pangeran tetap menunggu sampai mereka bergerak dan menyerangnya, Pangeran menunggu sampai lama, tapi mereka tidak/enggan bergerak dan tidak menyerangnya.
Pangeran Dampuawang dan pasukannya merasa kehausan, akan tetapi melihat di sekelilingnya tidak ada air, maka Pangeran Dampuawang beserta pasukannya membuat sumur dalam waktu singkat sebelum matahari terbit bahkan sebelum ayam berkokok sumur sudah jadi dan airnya sudah dapat diminum oleh Pangeran Dampuawang beserta pasukannya.
Pada waktu pagi-pagi ada orang lewat, dan terkejut melihat ada lobangan besar, setelah dilihat dengan dekat ternyata lobangan tersebut dalam, seperti sumur. Kemudian orang tersebut menyebutnya “Sumur Tiban”.
Ketika ada orang yang mengambil airnya ternyata didalam timbo (wadah air yang digunakan mengambil air dalam sumur) ada ikanya yaitu “Ikan Bambangan”, ikan itu dibawa pulang oleh orang
tersebut dan dirawat sampai besar, orang yang merawat tersebut menjadi cikal bakal juru kunci sumur. Orang tersebut berpesan kepada keluarga dan keturunannya agar jangan makan ikan
bambangan karena “Ikan Bambangan” dipercaya sebagai jelmaan makhluk ghaib penunggu sumur Tiban.
Pangeran Dampuawang melihat para pasukan genderuwo jin pripayangan dsb. Sudah ada yang mulai bergerak menyerangnya, Pangeran mulai siap-siap bersama pasukannya yang setia sambil
memegang tombak sakti dari Mbah Tolo.
Peperangan akhirnya dimulai, sekali Pangeran tebas dengan tombak sakti banyak pasukan jin yang kuwalahan dan mati, begitu pula beberapa pasukan Pangeran juga banyak yang kuwalahan
menghadapi pasukan jin-jin jahat sampai pusaka-pusaka yang dipegangnya jatuh (B.Jawa Telepokan).
Pasukan Pangeran banyak yang tidak memegang senjata, oleh karena itu pangeran memberi komando agar pasukannya mundur ke belakang ke arah utara “Mundur-mundur/mengguri mengguri”
(dalam B.Jawa).
Pasukan Pangeran Dampuawang pada mundur ke utara tapi bukan berarti kalah, akan tetapi tetap siaga mengambil setrategi, karena para pasukan genderuwo jin dsb. juga mengalami kuwalahan
dan pasukannya banyak yang tidak berdaya, maka pimpinan pasukan jin memutuskan untuk menyerah kepada Pangeran Dampuawang.
Pasukan jin menyerahkan diri kepada Pangeran Dampuawang dengan syarat agar mereka tetap bertempat tinggal disekitar sumur tersebut. Pangeran Dampuawang juga siap menerimanya dengan
syarat jangan mengganggu pengikutku, orang-orang yang lewat sini, dan bahkan orang yang mengambil air di sumur ini, sebab air Sumur ini untuk warga desa sini. Peperangan sudah selesai, kedua belah pihak sepakat dengan masing-masing syarat yang mereka ajukan.
Ketika Pangeran Dampuawang mau mengembalikan tombak sakti yang terbuat dari emas kepada Mbah Tolo akan tetapi Pangeran Dampuawang mendengar kabar bahwa Mbah Tolo sudah meninggal dan kuburannya berada di Setalok sebelah timurnya desa. Orang
menyebutnya “Mbah Talok atau Mbah Tolo”.
Pangeran Dampuawang tidak mungkin menyimpan dirumahnya karena sangat sakti dan berbahaya tombak tersebut, dikhawatirkan makhluk yang ada dalam tombak tersebut mengganggu keluarganya. Sehingga Pangeran Dampuawang memutuskan untuk dipendam
disebelah utara “pohon jangkang” yang besar, sampai sekarang kuburan tombak panjang masih ada. Tombak sakti tersebut apabila dilihat seperti emas, sehingga banyak orang ingin memilikinya.
Para pegikut setia Pangeran Dampuawang ada yang meninggal orang menyebutnya Mbah Telepak dan dikubur disebelah timurnya pohon jangkang. Mendengar ada tombak emas sakti yang dikubur,
banyak orang luar yang ingin datang untuk berziarah/nyekar ke Kuburan Mbah Telepak dan bermaksud meminta kekayaan.
Kuburannya diberi batas pagar batu yang tersusun rapi dan sekarang sudah diganti pagar tembok oleh juru kunci.
SEKIAN
(Wallahu a'lam bis shawaab)
Dikutip dari :
Cerita nenek moyang
Kitab babat tanah Jawi (Bahasa Kawi)
Disadur By :Fatwa
Untuk artikel ini
Recruitment KPPS Pemilu 2024 Segera Dibuka, Berapa sih Gajinya?
date_range 28 November 2023 favorite 27 Kali
Download Permendesa PDTT Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023
date_range 27 November 2023 favorite 27 Kali
Wujud Rasa Syukur, Tradisi Sedekah Bumi Desa Bluri
date_range 26 Oktober 2023 favorite 60 Kali
Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa, Pemdes Bluri Gelar Pelatihan
date_range 07 Oktober 2023 favorite 89 Kali
Penyaluran BLT-DD Triwulan III Tahun 2023
date_range 03 Oktober 2023 favorite 36 Kali
Persyaratan Permohonan KIA
date_range 02 Oktober 2023 favorite 54 Kali
Persyaratan Penerbitan e-KTP
date_range 02 Oktober 2023 favorite 71 Kali
Sejarah Desa
date_range 01 Mei 2023 favorite 329 Kali
Pemerintah Desa
date_range 24 Agustus 2016 favorite 236 Kali
Visi dan Misi
date_range 24 Agustus 2016 favorite 236 Kali
Profil Desa
date_range 29 Juli 2022 favorite 210 Kali
APBDes Desa Bluri Tahun Anggaran 2022
date_range 16 Januari 2023 favorite 167 Kali
Karang Taruna
date_range 30 April 2021 favorite 146 Kali
Panduan Layanan Mandiri Desa Bluri
date_range 06 Januari 2023 favorite 140 Kali
Badan Permusyawaratan Desa
date_range 09 Januari 2023 favorite 131 Kali
Panduan Layanan Mandiri Desa Bluri
date_range 06 Januari 2023 favorite 140 Kali
Visi dan Misi
date_range 24 Agustus 2016 favorite 236 Kali
Profil Desa
date_range 29 Juli 2022 favorite 210 Kali
APBDes Desa Bluri Tahun Anggaran 2022
date_range 16 Januari 2023 favorite 167 Kali
RT RW
date_range 05 Januari 2023 favorite 82 Kali
Makna Lambang Desa
date_range 28 Januari 2023 favorite 58 Kali